Dalam konsep STIFIn, manusia memiliki lima belahan otak atau yang disebut sebagai mesin kecerdasan.
Salah satunya adalah Feeling yang terletak pada otak kanan bagian bawah (limbik kanan), dan Intuiting yang terletak pada otak kanan bagian atas (neokortek kanan).
Pada dasarnya, Feeling dan Intuiting ini sama-sama merupakan otak kanan. Lalu, apa perbedaan dari kedua mesin kecerdasan ini?
Dalam artikel kali ini, kita akan belajar perbedaan mendasar antara mesin kecerdasan Feeling dan Intuiting dalam konsep STIFIn.
Mesin Kecerdasan STIFIn bagi Seorang Feeling
Feeling memiliki kecerdasan pada perasaan dan kemampuan untuk memahami orang lain dengan mudah.
Hal ini mencerminkan sifat empati yang kuat di dalam diri seorang feeling.
Ia mampu merasakan perasaan dan emosi orang lain, sehingga ia relatif lebih mudah untuk berhubungan dengan orang lain.
Dalam konteks pengelolaan keuangan, seorang Feeling akan cenderung menggunakan uang untuk berbagi kepada teman, saudara, keluarga, atau rekan kerja.
Ia merasa bahagia ketika dapat menukar uang dengan bercengkerama atau memiliki quality time bersama orang-orang yang dicintai.
Hal ini pun merupakan salah satu wujud dari chemistry yang ia miliki, di mana cinta adalah sumber energi bagi seorang Feeling.
Mesin Kecerdasan STIFIn bagi Seorang Intuiting
Intuiting memiliki kecerdasan yang lebih berkaitan dengan indra keenam, di mana ia mampu menangkap peluang dengan daya kreatifnya.
Orang yang memiliki mesin kecerdasan ini cenderung lebih intuitif dalam mengambil keputusan dan menciptakan solusi inovatif.
Ia memiliki kemampuan untuk mengakses gagasan serta ilmu yang mendalam.
Dalam konteks pengelolaan keuangan, seorang Intuiting akan lebih memilih menginvestasikan dan menghabiskan uangnya untuk meningkatkan kualitas diri atau karyanya.
Ia melihat chemistry dalam ilmu dan gagasan, yang membuatnya mudah untuk menciptakan ide-ide baru. Dengan ilmu dan gagasan, ia menjadi lebih maju beberapa langkah daripada mesin kecerdasan lainnya.
Perbedaan Chemistry Feeling dan Intuiting
Salah satu perbedaan mendasar antara mesin kecerdasan Feeling dan Intuiting adalah cara ia memahami chemistry.
Bagi seseorang dengan kecerdasan Feeling, chemistry ia cenderung mengarah pada cinta. Ia merasa cinta adalah sumber energi bagi kebahagiaan dan hubungan yang ia bangun.
Sementara itu, bagi seseorang dengan mesin kecerdasan Intuiting, chemistry ia lebih berhubungan dengan kata atau ilmu dan gagasan. Ia merasa bahwa ilmu dan ide-ide yang dikembangkan adalah sumber energi bagi pertumbuhan serta pencapaian dalam hidup.
Pengaruh Feeling dan Intuiting terhadap Keputusan Keuangan
Terdapat perbedaan cara seorang Feeling dan Intuiting dalam pengelolaan keuangan.
Seseorang dengan mesin kecerdasan Feeling cenderung lebih suka menggunakan uang untuk membantu orang lain.
Sementara, seseorang dengan mesin kecerdasan Intuiting lebih suka menginvestasikan uang untuk pengembangan diri dan proyek kreatif.
Perbandingan Feeling dan Intuiting Secara Keseluruhan
Kalau dilihat dari fokus utamanya, seorang Feeling lebih mengarahkan perhatian pada perasaan dan hubungan dengan orang lain, sementara seorang Intuiting lebih mengarahkan perhatian pada ide, gagasan, dan peluang di masa depan.
Dalam hal pengambilan keputusan, Feeling cenderung mengandalkan empati dan perasaan orang-orang di sekitarnya sebagai pertimbangan utama, sedangkan Intuiting lebih mengandalkan intuisi dan potensi inovasi dari sebuah gagasan.
Kekuatan alami keduanya pun berbeda arah: Feeling unggul dalam membangun hubungan dan memahami emosi orang lain, sementara Intuiting unggul dalam berpikir kreatif dan menciptakan solusi-solusi baru.
Di sisi tantangan, seorang Feeling terkadang terlalu mengutamakan perasaan orang lain di atas kepentingannya sendiri, sementara seorang Intuiting kadang terlihat kurang realistis di mata orang-orang di sekitarnya karena terlalu fokus pada ide dan kemungkinan yang belum tentu langsung terwujud.
Contoh Perilaku Sehari-hari Feeling dan Intuiting
Seorang Feeling dalam keseharian biasanya mudah tersentuh oleh cerita atau curhatan orang lain, sering menjadi tempat teman-teman berbagi masalah, senang memberi kejutan kecil atau perhatian pada orang terdekat, dan lebih memilih menghindari konflik demi menjaga perasaan semua pihak.
Seorang Intuiting dalam keseharian biasanya sering muncul dengan ide-ide baru secara tiba-tiba, suka membahas kemungkinan dan skenario masa depan, lebih tertarik pada "kenapa" dan "bagaimana jika" daripada detail teknis, dan senang bereksperimen dengan cara-cara baru dalam menyelesaikan masalah.
Cara Mengenali Diri Anda Feeling atau Intuiting
Untuk membantu mengenali kecenderungan Anda, coba renungkan beberapa hal berikut.
Saat teman curhat, apakah Anda lebih fokus memahami perasaannya, atau justru mencari solusi kreatif untuk masalahnya? Saat punya uang lebih, apakah Anda lebih suka membelikan hadiah untuk orang tersayang, atau menginvestasikannya untuk belajar hal baru? Saat mengambil keputusan penting, apakah Anda lebih mendengarkan perasaan, atau mengikuti firasat dan ide? Apakah orang-orang di sekitar Anda lebih sering bilang Anda hangat dan penuh empati, atau penuh ide dan visioner?
Kalau jawaban Anda condong ke yang pertama di tiap pertanyaan, kemungkinan besar Anda condong ke Feeling. Kalau condong ke yang kedua, kemungkinan besar Anda condong ke Intuiting. Namun jawaban paling akurat tetap lewat tes STIFIn resmi berbasis sidik jari, bukan sekadar refleksi seperti ini.
Mengenali Potensi Diri dengan STIFIn
STIFIn mengajarkan kita bahwa setiap orang memiliki potensi unik dalam dirinya sendiri, ia memiliki mesin kecerdasan genetik yang terletak pada bagian otak dominan.
Dengan memahami perbedaan antara mesin kecerdasan, kita dapat lebih baik dalam mengarahkan keputusan dan tindakan kita serta belajar untuk memahami orang lain.
Selain itu, dengan menggali perbedaan antara mesin kecerdasan Feeling dan Intuiting dalam konsep STIFIn, kita dapat melihat betapa beragamnya cara manusia berinteraksi dengan dunia dan orang di sekitarnya. Bagi sebagian orang, cinta adalah sumber utama kebahagiaan, sementara yang lain menemukan inspirasi dan energi dalam ilmu dan gagasan.
Setiap mesin kecerdasan juga terbagi menjadi dua varian, introvert dan ekstrovert, yang membuat cara mengekspresikannya sedikit berbeda. Simak pembahasan lebih dalam masing-masing varian di Feeling Introvert (Fi), Feeling Ekstrovert (Fe), Intuiting Introvert (Ii), dan Intuiting Ekstrovert (Ie).
